Panitia HUT Lebak Dituding Tidak Profesional

Berita44 Dilihat

POROS1.COM – Sejumlah masyarakat Lebak menuding jika panitia peringatan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Lebak ke 195 tidak profesional menjalankan tugas dalam mengemas acara, terutama soal penyebaran informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tudingan tersebut bukanlah tanpa alasan, akan tetapi panitia dianggap teledor dalam mendesain Banner dan baliho yang dipasang di sejumlah titik keramaian.

Wandi Assayid, akademisi asal Lebak mengatakan, desain Banner oleh panitia tersebut ia nilai sebuah bentuk ketidak mampuan penyelengara dalam menyajikan informasi dan sosialisasi. Pasalnya dalam penulisan Banner terdapat beberapa kesalahan yang sangat mendasar namun cukup patal, diantaranya kesalahan penulisan nama Sekretaris daerah (Sekda) Lebak yang seharusnya Budi Santoso, akan tetapi dalam Banner tertulis Budi Sutanto.

“Kesalahan dalam penulisan dan pencetakan Banner tersebut tidak dapat dimaklumi. Karena HUT Lebak adalah acara tahunan yang besar dan sakral, sehingga kami menilai paniti dan EO tidak becus,” kata Wandi Assayid, kepada wartawan, Senin (4/12/2023).

Selain salah dalam penulisan nama Sekda Lebak, ada beberapa kosa kata juga salah penulisan diantaranya Pestifal Band yang seharusnya Festival Band, kemudian Feshion Swoh yang seharusnya Fashion Show. Tentu saja kata Wandi, kesalahan penulisan itu dilakukan oleh orang orang yang tidak berkompeten di bidangnya, serta dikelola secara tidak professional.

“Sangat memalukan, karena bener dan baliho yang di pasang di beberapa ruas jalan sudah dibaca oleh semua masyarakat yang melintas,” ujarnya.

Lanjut Wandi, dirinya menyayangkan event besar tahunan hari ulang tahun Kabupaten Lebak menjadi rusak akibat kesalahan yang entah disengaja atau tidak. Yang pasti kata dia, panitia seperti enggan mengganti Banner yang terpasang, atau memang tidak tahu ada kesalahan.

“Ini seperti disengaja, sudah tahu ada kesalahan, tapi panitia tidak mencopot dan mengganti banner banner yang terpasang. Saya menyayangkan ketidak telitian panitia, HUT Lebak yang dipercayakan kepada kepala Perijinan Yadi Basyari Gunawan,” papar Wandi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah Banner yang terpasang di tempat tempat strategis di Kota Rangkasbitung secara jelas terlihat jika ada kesalahan penulisan nama Sekda Lebak. Selain itu beberapa kosa kata juga jelas terlihat, sehingga menjadi bahan olok olokan warga yang melintas.

Djaelani, warga Kecamatan
Warunggunung menilai jika kesalahan dalam penulisan nama di Banner yang terpasang tidak dapat ditolelir. Karena, untuk pencetakan dan pemasangan alat peraga sosialisasi tersebut menggunakan anggaran negara.

“Yang digunakan ini kan uang negara untuk acara bersama, kok bisa sampai tidak teliti,” tutur dia

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso, ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait perlu atau tidaknya banner banner yang telah terpasang untuk dicopot atau diganti, Budi menjawab tidak harus diganti, karena kesalahan itu bersikap teknis.

“Tidak usah, manusiawi kesalahan teknis, mungkin mereka lelah,” ucap Budi Santoso singkat.(*)