Wali Santri Ponpes Darunna’im Lebak Sayangkan Kekerasan Fisik Antar Santri Dibiarkan

Berita87 Dilihat

POROS1.COM – Fitra Gunawan seorang santri di Pondok Pesantren modern Darunna’im yang beralamat di jalan Raya Leuwidamar Km 05, Desa Cirende, Kecamatan Kalanganyar diduga menjadi korban kekerasan fisik atau penganiayaan dari para senior dan teman-teman sekamarnya. Akibat penganiaya yang diduga sudah lebih dari tiga kali tersebut membuat Fitra yang saat ini duduk dibangku SMA kelas 10 di pesantren setempat, mengalami luka yang sudah permanen, hingga membuat siswa asal Lampung tersebut trauma dan memilih kabur dari pesantren yang memiliki ratusan santri tersebut.

Andi Gunawan, orang tua korban mengatakan, kejadian kekerasan yang menimpa anaknya tersebut sudah tiga kali dan yang terakhir Sabtu malam 21 Oktober 2023 sekitar pukul 20.15 WIB, anaknya dianiaya di kamarnya oleh empat orang.

“Saya langsung menuju Lebak dari Lampung begitu mendengar anak saya kembali mendapatkan kekerasan oleh santri setempat,” kata Andi Gunawan, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Senin 23 Oktober 2023.

Lanjut Andi, bagaimana dia tidak khawatir anaknya kabur dan mengalami trauma yang amat dalam. Sehingga dia kabur dari pesantren yang akhirnya ditemukan di depan mini market okeh saudaranya yang ada di Rangkasbitung.

“Setelah saya datang pada Minggu dini hari, saya langsung tanya anak saya apa yang terjadi sambil memeriksa tubuhnya, saya kaget ternyata banyak legas luka bahkan kakinya pincang bekas di injak oleh santri senior,” papar dia.

Melihat kekerasan yang terjadi serius dan sudah berulang kali, dia akan melaporkan kasus kekerasan anak ini kepada Polres Lebak. Karena, dari kasus kekerasan pertama hingga kedua kepada anaknya, dia masih sabar dan tidak mau melibatkan siapapun.

“Kekerasan ini kami anggap serius karena pengurus pondok seperti menganggap sepele dan tidak perhatian,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, sebetulnya bisa saja jika pimpinan pondok dan para pelaku kekerasan dihadirkan dalam musyawarah. Tapi, pihak pondok tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Karena tidak ada niat baik untuk menyelesaikan masalah ini, kami terpaksa akan melanjutkan laporan ke Polres Lebak,” terang Andi.

Muslim, pengurus dan penanggung jawab ponpes laki-laki Darunna’im mengakui, terkait adanya kekerasan yang dialami oleh santri Fitra Gunawan oleh santri setempat dan pelaku kekerasan yang berjumlah empat orang sudah dikonfirmasi.

“Kejadian ini terjadi berawal saling ejek antar santri dan ejekan korban dinilai oleh pelaku sudah kelewat batas, sehingga terjadi kekerasan,” tutur Muslim.

Untuk itu, kata Muslim, atas nama pimpinan pesantren mohon maaf dan meminta agar masalah ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Kami bukan tidak mau menghadirkan pimpinan pondok, tapi beliau sedang sakit, begitu juga dengan empat pelaku kekerasan tidak bisa saya hadirkan, karena ada peraturannya,” kilah muslim.(Red)