Membanggakan, 2 Pelajar SD Di Lebak Sabet Juara OSN Tingkat Nasional

Nasional93 Dilihat

POROS1.COM – Raisya Putri Az-Zahra siswa SDN 1 Sajira dan Ihsan Kamal Ibrahim Siswa SDN 1 Ciuyah, Kecamatan Sajira berhasil menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional jenjang SD Tahun 2023. Ihsan Kamal Ibrahim berhasil meraih perunggu pada cabang lomba IPA sedangkan Raisya Putri Az-Zahra memperoleh tingkat harapan pada cabang lomba Matematika yang mewakili Provinsi Banten dan kedua siswa tersebut saat ini duduk di kelas Vl.

Kepala Dinas Pendidikan Lebak, Hari Setiono mengatakan, dia mengapresiasi dua siswa di Kecamatan Sajira berprestasi dan masuk sebagai finalis. Untuk meraih juara dan masuk sebagai finalis, tentu hal yang tidak mudah, lantaran harus bersaing dengan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Untuk itu, Dindik Lebak menyampaikan selamat dan apresiasi atas raihan itu.

“Ini luar biasa, berhasil bersaing dengan puluhan bahkan ratusan finalis lainnya dan meraih Medali Perunggu serta juara harapan OSN Tingkat Nasional jenjang SD Tahun 2023,” kata Hari, kepada wartawan, Senin 4 September 2024.

Menurut Hari, OSN Tingkat Nasional ini dilaksanakan secara daring mulai tanggal 28 – 29 September 2023. Program tersebut dalam rangka meningkatkan prestasi peserta didik di bidang sains yaitu penyelenggaraan OSN. Pelaksanaan OSN jenjang SD tahun 2023 berupaya untuk menghasilkan anak-anak berprestasi di bidang IPA dan Matematika serta mampu berdaya saing nasional maupun global.

“Jadi melalui OSN ini, kami berharap dapat menjadi ruang atmosfer olimpiade yang sehat dan tumbuh dalam budaya saling mendukung. Karena, dukungan segenap pihak sangat diperlukan dalam menyiapkan peserta didik menjadi generasi bangsa yang kelak turut andil dalam kemajuan bangsa, khususnya Kabupaten Lebak,” ujar Hari.

Sekretaris Dinas Pendidikan Lebak, Maman Suryaman menambahkan, Dindik Lebak terus berupaya merealisasikan pendidikan yang berorientasi pada kemampuan berkreasi memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, paradigma pendidikan yang mengedepankan peningkatan daya nalar, kreativitas, serta berpikir kritis harus diaplikasikan dalam setiap langkah pengembangan kebijakan pendidikan ke depan.

Lanjut Maman, OSN merupakan salah satu wujud dari implementasi Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan dan sekaligus merupakan cara mengidentifikasi talenta di bidang sains melalui pendekatan kompetisi. OSN telah menjadi wahana strategis untuk membentuk generasi yang selalu berusaha mengembangkan daya nalar, kreatif dan berkemampuan berpikir kritis, sehingga pada saatnya nanti mereka akan tumbuh menjadi generasi yang berkepribadian kokoh, kompetitif, dan mandiri.

OSN membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, sistematis, analitis, kritis, dan kreatif. Untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya bidang sains yang berasaskan pendidikan karakter meliputi religiusitas, integritas, nasionalisme, kemandirian dan gotong royong.

“Kegiatan ini (OSN) sebagai bagian dari upaya komprehensif dalam menumbuh kembangkan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi berprestasi. Kompetisi ini dirancang sebagai kompetisi yang sehat serta menjunjung tinggi nilai- nilai sportivitas. Kami harap prestasi ini, dapat melecut siswa dan pendidik untuk terus meningkatkan kapasitasnya,” ucap Maman.(*)

Editor : Fadilah