Dampak Elnino, Permukaan Air Sungai Di Lebak Menyusut

Nasional42 Dilihat

POROS1.COM – Permukaan air Sungai Ciberang dan Ciujung di Kabupaten Lebak mengalami menyusut, dari sebelumnya setinggi 51 centimeter, kini menjadi 0,40 centimeter akibat kemarau.

“Penyusutan permukaan air terus terjadi sejak dua pekan terakhir ini, karena tidak ada hujan,” kata Aat, petugas pemantau Sungai Ciberang saat ditemui di Rangkasbitung, Kamis 24 Agustus 2023.

Kata Aat, penyusutan permukaan sungai itu akibat tidak ada curah hujan sehingga dipastikan bisa mengalami kekeringan. Bahkan, selain permukaan air, debit air Sungai Ciberang juga menurun dari sehari sebelumnya 0,43 meter per kubik per detik kini menjadi 0,36 meter per kubik per detik.

Saat ini, kata dia, Sungai Ciberang yang mengaliri dari sejumlah anak sungai di Kabupaten Lebak, termasuk Sungai Cisimeut dengan hulu di kawasan Taman Nasional Gunung Salak Halimun (TNGHS) juga hutan lindung di Pegunungan Kendeng Baduy bisa menyebabkan kerugian tersendiri bagi masyarakat, karena air dari sungai menjadi salah satu pemasok kebutuhan air bagi areal persawahan dan perkebunan.

Jadi, jika tidak hujan satu bulan ke depan dipastikan mengancam tanaman pangan, palawija dan hortikultura. Sebab, ujar dia, aliran Sungai Ciberang mengaliri areal pertanian milik masyarakat.

“Kami meyakini bila sungai itu terus terjadi penyusutan permukaan air maka bisa mengancam gagal panen semakin meluas,” ujar Aat.

Sementara itu, Ucu Juhroni, seorang petani di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak mengatakan, bahwa areal pesawahan masyarakat seluas 20 hektar, saat ini terancam kekeringan karena permukaan sungai Ciberang terjadi penyusutan permukaan air akibat tidak ada hujan.

“Kami berharap pemerintah daerah ke depan membuat embung untuk menampung air, sehingga bisa digunakan untuk perairan sawah,” papar Ucu.

Terpisah, Ajis Suhendi, asisten daerah(Asda) ll Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lebak mengatakan, saat ini, pemerintah sudah melaksanakan rapat koordinasi tingkat tinggi atau High Level Meeting dengan tim pengendali inflasi daerah dengan isu fenomena Elnino.

Jadi persoalan semua dampak yang ditimbulkannya dibahas secara menyeluruh termasuk soal terjadinya kekeringan dibeberapa wilayah. Sehingga salah satu jalan yang ditempuh Pemkab untuk mengatasi kekeringan dan pemenuhan suplai air kepada warga adalah membangun Embung, melakukan percepatan tanam di wilayah yang terdapat sumber air dan menggunakan varietas lahan kekeringan, serta melakukan pemeliharaan saluran irigasi juga memaksimalkan air sungai bagi masyarakat yang berada di bantaran Sungai Ciberang dan Ciujung.(*)

Reporter : Fakih
Editor : Fadilah