Pedagang Pasar Rangkasbitung Ngamuk, Bongkar Paksa Pagar Penutup Akses Ke Pasar

Nasional49 Dilihat

POROS1.COM – Ratusan pedagang pasar Rangkasbitung menggelar aksi unjuk rasa kedua kalinya di Pemkab Lebak yang menuntut agar akses ruas jalan Hardiwinangun – Tirtayasa pasar Rangkasbitung kembali dibuka seperti sedia kala.

Karena tuntutan mereka tidak dikabulkan, akhirnya ratusan masa tersebut membongkar sendiri pagar penutup antara Ruas jalan Hardiwinangun ke Jalan Tirtayasa Pasar Rangkasbitung, setelah tuntutan mereka tidak kunjung dikabulkan oleh Pemkab Lebak dan PT KAI.

“Kami terpaksa membongkar sendiri pagar penutup akses pasar ini, karena kita sudah dua kali aksi dan audensi dengan Pemkab, tapi jawaban mereka tidak bisa membuka kembali dengan berbagai alasan yang tidak memihak kepada rakyatnya sendiri,” kata Rafi, Koordinator aksi, kepada wartawan, Kamis (10/8/2023).

Lanjut Rafi, permintaan dibuka kembali akses pasar Rangkasbitung ini bukan saja keinginan dari para pedagang. Akan tetapi, hal ini juga keinginan dari masyarkat yang merasa tidak nyaman dengan penutupan akses pasar ini.

“Kalau dari kami para pedagang jelas, pagar penutup akses jalan pasar tersebut harus dibuka seperti sedia kala, karena perdagangan yang dulu menggeliat, kini nyaris bangkrut paska ditutupnya akses ke pasar tersebut,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Yayat, pedagang pakaian di pasar Rangkasbitung, kondisi niaga kami mati semenjak akses pasar sebelah utara ditutup.

“Saya menyewa kios di blok F, bagaimana kami bisa melanjutkan jualan kami kalau tidak ada lagi pembeli yang datang akibat penutupan akses jalan tersebut,” tutur Yayat.

Ajis Suhendi, Asda ll Pemkab Lebak yang menemui para pendemo mengatakan, penutupan akses jalan Hardiwinangun – Tirtayasa pasar Rangkasbitung tersebut merupakan kebijakan PT KAI dan Kementerian perhubungan imbas dari rencana pembangunan stasiun Rangkasbitung.

“Kita tidak punya kewenangan untuk membuka pagar tersebut, karena hal tersebut merupakan program dan proyek milik PT KAI dan Kementerian perhubungan, tapi usulan para pedagang telah kita sampaikan,” ucap Ajis (*)

Editor: Fadilah