Defisit Hingga Rp 217 Milyar, Pemkab Pandeglang Pangkas Anggaran Seluruh OPD

Berita83 Dilihat

POROS1.COM – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melakukan refocusing anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal tersebut untuk menutupi defisit anggaran yang mencapai Rp 217 milyar.

“Solusinya hanya 2, yang pertama rasionalisasi belanja atau refocusing, yang kedua meningkatkan PAD untuk menutupi defisit. Rasionalisasi belanjanya cukup lumayan membebani kita sehingga semua OPD kita sikat semua,” kata Asisten Daerah (Asda) lll Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang Ramadani, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/5/2023).

Dikatakan Ramadani, refocusing atau rasionalisasi anggaran yang dilakukan Pemkab ini akan menyasar anggaran belanja pemeliharaan gedung, belanja pemeliharaan kendaraan dinas, perjalanan dinas, mamin rapat hingga TPP PNS semua golongan.

“Semua OPD kita refocusing, tinggal kita impentarisir, karena mekanismenya pergeseran anggaran walaupun di PMK nomor 211 dan 212 itu pergeseran anggaran, rasanya perubahan anggaran,” ungkapnya.

Menurut Ramadani, langkah itu dilakukan sebagai implementasi dari pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 211 dan 212.

“DAU yang telah ditetapkan penggunaannya, termasuk pembebanan untuk pembiayaan pembayaran gajih PPPK yang diangkat di tahun 2023 ini kan belum sepeserpun kita anggarkan, setelah kita sisir ternyata kita mempunyai kewajiban untuk memenuhi itu. Implementasi PMK nomor 211 dan 212 itu sekitar 217 miliar,” ujarnya.

Lebih lanjut Ramadani menyampaikan, bahwa dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan fiskal yang sangat kecil, Pemerintah Kabupaten Pandeglang merasa kesulitan untuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp217 miliar tersebut.

“Jadi bagi kita karena PAD nya relatif kecil, kemampuan fiscal daerahnya pun kecil, begitu dana-dana transfer diatur sedemikian rupa oleh pemerintah pusat akhirnya kita keteter juga,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Asep Rafiudin Arief menilai, tidak ada pilihan lain untuk menutupi defisit anggaran selain refocusing dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang tidak ada pilihan selain merefocusing anggaran yang ada di setiap OPD. Selain itu, solusi terbaik untuk menjadikan keuangan daerah kita stabil yaitu dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” tutur Asep.

Menurut Asep, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang besar, maka Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak bergantung pada dana transfer pusat.

“Ketika PAD kita tinggi, maka kita tidak begitu ketergantungan dengan transfer dana pusat, insya Allah kondisi keuangan kita ke depan akan membaik. Jadi kita akan mendorong betul bagaimana supaya PAD kita ini bisa meningkat,” ucapnya.(Red)

Editor : Fadilah